RSS

sistem pengajaran

11 Apr
  1. Menjelaskan pendekatan sistem!

Jawab:

Sistem adalah suatu konsep yang abstrak. Definisi tradisional menyatakan bahwa sistem adalah seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Suatu sistem pada hakikatnya adalah system of interest. Tujuan suatu sistem dapat bersifat alami (tidak mungkin menjadi tujuan-tujuan yang tinggi tingkatannya, bahkan mungkin bernilai sangat rendah) dan bersifat manusiawi (man-made) senantiasa dapat berubah. Tujuan-tujuan itu dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan lingkungan yang senantiasa berubah akibat perubahan lingkungan atau karena tujuan itu bersifat perorangan (personal).

Pendekatan sistem mulai dipergunakan dalam bidang latihan dan pendidikan (merumuskan masalah), analisis kebutuhan dengan maksud mentransformasikannya menjadi tujuan-tujuan (analisis masalah), desain metode dan materi instruksional, pelaksanaan secara eksperimental dan akhirnya menilai dan merevisi pada akhir tahun 1950 dan awal 1960-an.

2. Menjelaskan sistem pengajaran!

Pendidikan, latihan, pengajaran dan teknologi pendidikan. Salah satu pendapat menyatakan bahwa:

Pendidikan lebih menitikberatkan pada pembentukan dan pengembangan kepribadian. Dengan demikian, pendidikan mengandung pengertian yang lebih luas, sedangkan latihan (training) lebih menekankan pada pembentukan keterampilan (skill). Pendidikan dilaksanakan dalam lingkungan industri.

Teknologi pendidikan terdiri atas dua istilah yang mengandung pengertian tersendiri. Teknologi merupakan aplikasi kreatif dari ilmu pengetahuan (science) adalah suatu body of knowledge yang telah diuji, yang dapat diekspresikan dalam bentuk perangkat prinsip-prinsip umum.

Konsep teknologi dapat dipandang sebagai proses (teknologi sebagai suatu yang diperbuat manusia dengan menggunakan apa-apa yang mereka ketahui dan mereka mengerjakannya secara kreatif) atau sebagai produk (sesuatu yang ada, yang dapat dilihat, diraba, dapat diukur). Dalam artian kita mengenal teknologi tinggi, teknologi menengah, dan teknologi rendah. Pengklasifikasian itu dilihat dari segi pemecahan-pemecahan masalah, apakah dengan mekanisme dan mendayagunakan tenaga kerja secara intensif.

Pendekatan sistem pengajaran

Pendekatan sistem merupakan suatu perangkat alat atau teknik. Alat-alat itu berbentuk kemampuan (abilitas) dalam:

  1. Merumuskan tujuan-tujuan secara operasional.
  2. Mengembangkan deskripsi tugas-tugas secara lengkap dan akurat.
  3. Melaksanakan analisis tugas-tugas.

Ada dua ciri pendekatan sistem pengajaran, yakni sebagai berikut:

  1. Pendekatan sistem merupakan suatu pendapat tertentu yang mengarah ke proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar adalah suatu penataan yang memungkinkan guru dan siswa berinteraksi satu sama lain untuk memberikan kemudahan bagi siswa belajar.
  2. Penggunaan metodologi khusus untuk mendesain sistem pengajaran.  Metodologi khusus itu  terdiri atas prosedur  sistemik, perencanaan, perancangan, pelaksanaan dan penilaian keseluruhan proses belajar mengajar. Penerapan metodologi tersebut akan menghasilkan suatu sistem belajar yang memanfaatkan sumber manusiawi dan nonmanusiawi secara efisien dan efektif.

Konsep sistem pengajaran

Sistem pengajaran adalah suatu kombinasi terorganisasi yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Orang yang terlibat dalam sistem pembelajaran adalah  siswa, guru, dan tenaga lainnya. Material meliputi buku-buku, papan tulis, kapur, fotografi, slide, film, audio, dan video tape. Fasilitas dan perlengkapan terdiri atas ruangan kelas, perlengkapan audiovisual, bahkan juga komputer. Prosedur meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi, penyediaan untuk praktek, belajar, pengetesan dan penentuan tingkat, dan sebagainya. Sistem pengajaran senantiasa ditandai oleh organisasi dan interaksi antar komponen untuk mendidik siswa.

Ciri-ciri sistem pengajaran

  1. Rencana, penataan intensional orang, material dan prosedur yang merupakan unsur sistem pengajaran sesuai dengan suatu rencana khusus, sehingga tidak mengambang .
  2. Kesalingtergantungan (interdependent), unsur-unsur suatu sistem merupakan bagian yang koheren dalam keseluruhan, masing-masing bagian bersifat esensial. Satu sama lain saling memberikan sumbangan tertentu.
  3. Tujuan, setiap sistem pengajaran memiliki tujuan tertentu. Ciri itu menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sistem-sistem alami (natural). Sistem yang dibuat oleh manusia, seperti sistem transportasi, sistem komunikasi, sistem pemerintahan, semuanya memiliki tujuan .

Fungsi guru dalam suatu sistem pengajaran ialah sebagai perancang dan sebagai guru yang mengajar (unsur suatu sistem). Pelaksanaan fungsi pertama , guru bertugas menyusun suatu sistem pengajaran, sedangkan pelaksanaannya mungkin digantikan atau dilaksanakan oleh tenaga lain atau dengan media lainnya. Pelaksanaan fungsi kedua adalah guru berfungsi mendesain sistem pengajaran, sedangkan dia sendiri langsung bertindak sebagai pelaksana. Fungsi kedua itu memang  wajar karena guru telah menguasai bidang pengajaran. Disamping itu, guru telah berpengalaman dalam hubungannya dengan para siswanya dan menguasai prinsip-prinsip dan teknik pengajaran. Dalam hal itu, berarti guru mendesain dirinya sendiri dalam rangka sistem belajar yang dikembangkannya.

  1. Mengidentifikasi masalah pengajaran serta pemecahannya!

Adanya suatu masalah karena seseorang merasa tidak puas apa yang telah atau sedang terjadi, dan dia memandangnya sebagai sesuatu yang perlu diprioritaskan dan perlu diselesaikan atau dipecahkan segera. Dalam hal ini dibutuhkan pengerahan sumber tertentu, seperti tenaga, waktu, dan sebagainya. Berapa besar sumber yang disediakan untuk penyelesaian suatu masalah, sering dianggap sebagai indicator terhadap pentingnya suatu masalah atau menjadi ukuran berapa harga/pentingnya masalah tersebut.

Kategori masalah pengajaran:

Jenis Masalah Deskripsi masalah Beberapa konsekuensinya
Arah

Evaluasi

Isi dan urutan

Metode

Hambatan

Tujuan tidak dipahami oleh siswa

Prosedur evaluasi tidak dikenal oleh siswa

Isi pelajaran tidak jelas dan urutannya tidak logis

Kurang mendorong dan tak memajukan belajar

Sumber-sumber seperti keterampilan guru, kamampuan siswa, dan sumber-sumber sekolah tidak  dikenal

Para siswa mencoba menduga gurunya

Prosedur kenaikan dan pengujian tidak adil dan tidak memuaskan para siswa

mate

I pelajaran (course) dipandang tidak serasi dan tak terorganisasi

Para siswa tidak bermotivasi dan tidak belajar

Guru dan siswa tidak mampu menggunakan sumber-sumber yang tersedia

Masalah arah atau tujuan

Para siswa kurang terarah dapat dilihat dari pertanyaan yang menunjukkan bahwa apa-apa yang diberikan tidak relevan dengan tujuan, seperti pertanyaan berikut. Apakah kita sedang belajar? Apa yang harus kita perhatikan dalam kelas? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Masalah-masalah evaluasi

Para guru sering menghadapi masalah dalam prosedur evaluasi. Yang tampak pada pertanyaan berikut seperti: bagaimana saya mengetahui apakah siswa saya belajar? Bagaimana saya mengetahui apa pelajaran saya dikerjakan oleh siswa? Dan sebagainya. Di pihak siswa juga sering menghadapi masalh evaluasi. Seperi pertanyaan berikut: apakah saya belajar? Pertanyaan-pertanyaan tes tidak jelas dan samar-samar.dan berbagai pertanyaan lainnya.

Masalah isi dan urutan pelajaran

Guru menghadapi masalah isi dan urutan pelajaran jika guru tersebut gagal menyampaikan materi yang diharapkan oleh siswa. Dengan demikian, apa yang telah guru sampaikan ternyata hasilnya berbeda dengan apa yang diharapkannya. Mungkin itu sebabnya guru mengajarkan bahan yang berbeda atau sama sekali belum pernah diajarkannya, sedangkan pertanyaan yang diberikan tidak dapat dijawab oleh siswa. Para siswa merasa belum pernah mempelajari bahan tadi. Mereka tidak mengartikan materi pelajaran yang dipertanyakan oleh siswa. Itu berarti ada masalah dalam hal isi pelajaran dan urutan bahan yang idak logis atau sistematik.

Masalah metode

Jika para siswa menentang pelajaran guru, atau bersikap acuh atau tidak mau masuk kelas makka salah satu sebabnya adalah masalah metode mengajar yang digunakan oleh guru. Masalh metode ini besar dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Masalah metode diketahui bila guru melakukan analisis terhadap perubahan perilaku siswa.

Masalah hambatan

Untuk mendesain system instruksional perlu diperhatikan tiga jenis sumber utama yakni manusiawi (factor ini sering terbatas, misalnya guru kurang mampu atau kurang berminat, siswa kurang mampu atau kurang berminat, siswa berbeda satu sama lain), institusional (misalnya terbatasnya ruang kelas, ruangan praktek laboratorium, dan sebagainya), dan instruksional (terbatas, karena kurangnya alat-alat peraga).

Pemecahan masalah dengan pendekatan algoritmik

Pemecahan masalah dengan prosedur algoritmik dimaksudkan  untuk mencapai hasil yang cermat. Kebaikannya adalah prosedur yang ditempuh cukup sederhana dan hanya menggunakan daftar cocok (check list) dengan alternatif “ya” atau “tidak”.

Pemecahan  masalah dengan pendekatan heuristic

Prosedur pemecahan masalah dengan pendekatan heuristic berdasarkan pada strategi umum, yang memperbaiki kesempatan datangnya suatu pemecahan kendatipun tidak menjamin tercapainya pemecahan yang benar-benar mantap. Strategi yang dipergunakan bertitik tolak dari pertanyaan sebagai suatu system organic inquiri (minta keterangan) yang teratur sessuai dengan tuntutan yang ada. Strukturnya bersifat longgar, tetapi tidak berbentuk linier. Penggunaan prosedur heuristic secara efisien bergantung pada berikut ini.

  1. Mengetahui heuristic atau prinsip-prinsip.
  2. Menggunakannya untuk membentuk suatu model pemecahan yang mungkin disenangi.
  3. Mengubah model bilamana perlu sesuai dengan pengalaman, sejalan dengan proses pemecahan masalah yang berkesinambungan.

Pemecahan masalah senantiasa berangkat dari sejumlah pertanyaan kunci, yang diiajukan pada  setiap tingkat/langkah/prosedur, yaitu analisis, sintesis, dan evaluasi. Dengan pemecahan masalah akan berhasil dengan baik. Cara itu dapat diterapkan dalam merancang pengajaran (desain instrruksional).

Pertanyaan/tindakan kuunci

Langkah 1. Merumuskan masalah

  1. Analisis
  2. Sintesis
  3. Evaluasi

Langkah 2. Analisis masalah dan seleksi pemecahan

  1. Analisis
  2. Sintesis
  3. Evaluasi

Langkah 3. Mengembangkan pemecahan/penyelesaian

  1. Analisis
  2. Sintesis
  3. Evaluasi

Langkah 4. Pelaksanaan dan mengetes pemecahan

  1. Analisis
  2. Sintesis
  3. Evaluasi

Langkah 5. Evaluasi dan revisi

  1. Analisis
  2. Sintesis
  3. Evaluasi

Prof. Dr. Oemar Hamalik.  2001. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem.  Bumi Aksara: Jakarta

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on April 11, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: